End of trip
Aku merasa ujung perjalananku kian dekat, perjalanan yang menentukan langkahku selanjutnya akan kemana, terseok, patah, dan terluka menemani perjalananku. Mungkin ini adalah perjalanan terpanjang dalam hidupku, berjalan bersama keyakinan rasa, ketidakpedulian pendapat orang, hanya yakin dengan pilihan jalanku, jatuh, bangkit, terluka, berjalan lagi, gusar, gamang, yakin, curiga, kesal, amarah, keterikatan yang kuat, rasa membutuhkan, dan pada akhirnya hanya kasih sayang yang membuatku untuk tetap bertahan. Ada rasa yang sulit kujabarkan, yang kutau aku tak bisa membayangkan kehidupanku kelak saat tak ada dia. Mungkin jika itu dianggap sedikit berlebihan, ya biarlah, itu adalah rasaku, bukan rasamu, atau rasa kalian. Hanya aku yang tau rasaku. Hatiku berperang sendiri, keputusan mana yang harus kujalani, setuju tidak setuju, siap tidak siap, aku dan keluargaku sudah berusaha memperjuangkannya, hingga aku merasa hampa, apakah yang kuperjuangkan benar ? Tentang rasa ini tak pernah...